Halal Bihalal Keluarga Besar UNS Kali Ini Dengan Zoom

Senangnews

TIDAK seperti tahun -tahun sebelumnya,Keluarga Civitas Akademika UNS menyelenggarakan halal bihalal untuk tahun 2020, menggunakan Zoom  akibat Pandemi  Covid-19 .Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho mengabarkan,dalam acara halal bihahal tersebut diisi penceramah oleh Menteri Polhukam/Dewan Penyantun UNS Prof.Dr.Mahfud MD.

Dalam kesempatan halal  bihalal tersebut Rektor Pof Jamal Wiwoho mengatakan,Momentum Ramadhan dan idulfitri tahun ini bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh belahan dunia. Idulfitri tahun ini justru bisa dijadikan sebagai refleksi diri.

Sudah 2 bulan lebih kita mengajar dan mengajari hidup secara synchronous, artinya menempatkan diripada waktu yang sama untuk bisa saling bertemu bertatap muka meski ruangnya berbeda. Dan mungkin inilah caraTuhan, untuk mengajari kepada kita untuk berdialog dan berkontenmplasi  dihadapan-NYA. Bahwa kita semua ini lemah, rapuh dan kosong tanpa terkoneksi, terhubung kepada NYA dimanapun kita berada. Makna yang kedua, adalah kita meng-sinkron-kan hati kita kepada sesama, kepada mahasiswa kita, kepada teman sejawat kita dan kepada handaitaulan kita. Sinkron dalam pemikiran, yang berujung tidak hanya kepada sikaptoleransi tapi kepada sikap respect dan saling menghargai. Dan inilah puncak amalan tertinggi kita, untuk memulai sebuah adab baru (New Normal) dimana masker, cucitangan dan physical distancing hanyalah simbol saja. Makna bahkan nilai yang yang terdapat dalam simbol-simbol tersebut adalah respect to the others danrespect to be respected.

Suasana kehidupan masyarakat dunia sampai dengan IdulFitritahun ini, memang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh siapapun. Berbagai kebiasaan yang kerap dilakukan mulai dari gaya hidup sampai dengan prinsip utama beribadahpun harus mengalami penyesuaian. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah Work From Home and Pray at Home. Dan kehidupan seperti berhenti, namun hidup harus tetap jalan terus. Hidup berdampingan dengan Covid-19 menjadi pilihan. Kreatifitas menjadi sejata pamungkas untuk beradaptasi dan shifting atau bergeser pada pattern bisnis yang baru. Sikap solidaritas, kepedulian dan kebersamaan harus menjadi tameng jiwasosial kita. Dan disiplin serta taat pada aturan adalah harga mati. Hanya bagi mereka yang kreatif, berjiwa sosial dan disiplin-lah yang akan mampu menghadapi krisis pandemic covid-19 ini. Negara ini harus mempunyai skenario 100 hari hidup berdampingan dengan Virus Corona. Penambahan jumlah angka positif Covid-19 yang semakin besar dalam 3 hari terakhir cukup mengkhawatirkan dan harus kita sikapi.

Rektor  menutup sambut dengan berpantun :

Makancapcaydiwarungbakmi,

Sungguhnikmatditambah sambal.

Istimewanyaidulfitriditengahpandemi,

Hahalbihalalpundilakukandengan virtual.

Burung-burungbeterbangan,

Hinggap di dahan sesekal

Edit Paksri.

 

Leave a Comment