Mitra Dagang Terkena Wabah Corona, Perekonomian Melambat

OLeh : Dr.Agus Utomo STIE AUB Surakarta

Senangnews.com

KABAR hangat dipenjuru dunia tak terkuali di Indonesia ,tak saja berpengaruh bagi Kesehatan Manusia melainkan juga perekonomian,yakni adanya penyebaran virus Corona. Sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah dipersiapkan  untuk mengantisipasi bila  ada pasien yang perlu ditangani,bahkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kemarin mendadak mendatangi RSU.Dr.Moewardi Solo melakukan pengecekan terkait kesiapan rumah sakit.Pakar Ekonomi sekaligus Ketua STIE AUB Surakarta DrAgus Utomo harini memberikan keterangan kepada media,selengkapnya sbb;Penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 terjadi di Cina, Korea Selatan, Italia, Irandan negara negara mitra dagang Indonesia, berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia. Negara-negara mitra dagang utama RI, yakni China, Jepang, Singapura, dan Korsel yang terkena wabah tersebut diprediksi mengalami pelambatan ekonomi, hal ini jelas berdampak pada perekonomian Indonesia.

Dampak dari penyebaran Virus Corona, membuat hampir seluruh negara didunia melakukan berbagai asudahntisipasi untuk menaggulangi penyebaran wabah corona. Aktivitas perdagangan eksport dan impor, kegiatan Wista Manca Negara mengalami penurunan, BPS menyebut ekspor migas bulan lalu turun 41%. Begitu juga dengan impor buah-buahan dari Tiongkok turun 78,88% karena Imlek dan virus corona. Termasuk bahan bahan produk yang berasal dari Cina, mengalami penghentian, akibatnya produk Bawang Putih, Bawang Bombay yang sebagaian besar Import dari Cina mengalami lonjakan harga yang luar biasa. Destinasi wisata Bali dan pusat tujuan wisata, jelas berdampak mengalami penurunan wisatawan asing  maupun lokal, cenderung wisatawan menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan wisata akibat wabah Corona.

Dalam bidang moneter Nilai tukar rupiah melemah cukup tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS), akibat wabah Corona. Kurs jual berada pada posisi Rp.14.507/US$. Sangat ironis pada bulan Januari lalu Rupiah sangat kuat,di bulan Januari lalu rupiah merupakan juara dunia atau mata uang terbaik di dunia dengan penguatan lebih dari 2% melawan dolar AS. Akibat Wabah Corona, mengalami pelemahan yang sangat Tajam, mengingat pada awal Januari 2020 sangat kuat pada level Rp.13.367/US$.

Akibat wabah corona, juga menimbulkan kepanikan masyarakat, setelah Presiden Jokowi, pada2 Maret 2020, memastikan ada dua WNI yang dinyatakan positif terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19) atau virus Corona.  Dua orang itu terinveksi Wabah Corona dari warga negara Jepang. Selanjutnya Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengimbau masyarakat agar tidak panik menyusul temuan dua kasus positif corona di Indonesia. Terawan menegaskan pencegahan terbaik agar tak terkena corona adalah dengan menjaga dan memperkuat imunitas tubuh masing-masing. Atas pernyataan tersebut banyak masyarakat mensikapi dengan berbagai tindakan yang beragam, antara lain aksi Borong Masker dan alat kesehatan lainya, sehingga memunculkan fakta bahwa Masker langka di pasaran.

Akibat wabah Corona, akan berdampak pada perekonomian, dari aspek pertubuhan ekonomi Indonesia jelas akan mengalami pelambatan, menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi pemulihan kondisi global dapat mendorong perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi di kisaran 5,1 persen sampai 5,5 persen pada tahun 2020. Namun akibat dampak wabah Corona pasti akan terjadi koreksi, dan banyak pihak menyebutkan diperkirakan hanya mencapai dibawah 5 persen.Ekonom Feisal Basri pada akhir tahun 2019 memprediksi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini turun menjadi 4,9 persen dibandingkan tahun lalu 5,0 persen. Namun dengan adanya perkembangan Wabah Corona Bisa lebih tajam lagi penurunan tersebut. Hampir semua negara semakin terbuka perekonomiannya, tak peduli negara itu kecil atau besar berdasarkan jumlah penduduknya, apakah negara itu kapitalis atau komunis, dan tak peduli di benua mana negara itu berada akibat wabah Virus Corona, akan terdampak pada pelemahan perekonomian negara didunia.

Edit Paksri.

 

 

 

Leave a Comment