PENTINGNYA KOMPETENSI DAN KARAKTER LULUSAN PT  DALAM MENYONGSONG BONUS DEMOGRAFI 2045  

 

 

  1. Oleh :Agus Utomo-STIE AUB Surakarta

 

Menteri Ketenagakerjaan Hj. Ida Fauziyah. M.Sidalam paparannya saat acara Talk Show Ketenagakerjaan di STIE AUB Surakarta,  pada Selasa (10/3/2020). Menteri Ketenagakerjaan mendorong Perguruan Tinggi (PT) untuk mempercepat peningkatan kompetensi dan peningkatan karakter bagi lulusan PT. Menteri Ketenagakerjaanberharap, PT menjadi bagian penting bagi upaya peningkatan kompetensi SDM dalam merebut bonus demografi dan Indonesia unggul pada tahun 2045.Diharapkan perguruan tinggi tidak semakin menyumbang pengangguran di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut terkait peningkatan kompetensi, STIE AUB Surakarta, telah mengembangkan uji kompetensi bagi lulusan, berbasis sertifikasi kompetensi ujuk kerja, hal ini wajib bagi lulusan. Dengan pendirian Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia pada tanggal 4 April 2017, maka mewajibkan lulusan untuk memiliki setifikasi tersebut. Untukmenambah dan mendukungkompetensi ujuk kerja, bagipara mahasiswa,setiapsetiap mahasiswa Program Studi S1 Manajemen STIE AUB Surakartawajib menempuh Uji Sertifikasi Kompetensi skema bidang akuntansi yaitu; Kewirausahaan Dan Bisnis Jenjang 3, Jenjang 4 dan Jenjang 5. sebagai pendamping ijasah, melalui uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi (LSP) STIE AUB Surakarta yang telah memperoleh Lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan Nomor Lisensi Nomor: BNSP-LSP-713-ID. Dengan cara ini, saat lulus, mahasiswa memiliki titik berat keahlian atau spesialisasi di bidang ilmu tertentu yang didukung sertifikat Nasional.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan TinggiPasal 44: Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai dengan keahlian dalam cabang ilmunya. Sertifikat kompetensi diterbitkan oleh Perguruan Tinggi bekerjasama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji kompetensi. Sertifikat kompetensi digunakan sebagai syarat untuk memperoleh pekerjaan tertentu.

UU RI Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 18. Tenaga kerja berhak memperoleh pengakuan kompetensi kerja setelah mengikuti pelatihan kerja yang diselenggarakan lembaga pelatihan kerja pemerintah, lembaga pelatihan kerja swasta, atau pelatihan di tempat kerja;Pengakuan kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan melalui sertifikasi kompetensi kerja;Sertifikasi kompetensi kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dapat pula diikuti oleh tenaga kerja yang telah berpengalaman;Untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dibentuk badan nasional sertifikasi profesi (BNSP) yang independen. Peraturan Pemerintah  No. 23/2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Bab 2 Pasal 2 Ayat 1. BNSP merupakan lembaga yang independen dalam melaksanakan tugasnya dan  bertanggung jawab kepada Presiden

Beberapa lulusan perguruan tinggi fresh graduate bingung ketika diminta untuk memilih pekerjaan. Alasannya adalah karena mereka tidak memiliki cukup pengalaman dan mereka juga takut untuk memulai hal yang baru. Akan tetapi, mencari pekerjaan tidak selalu harus sesuai dengan jurusan. Banyak orang bekerja namun tidak sesuai dengan jurusan mereka ketika kuliah. Maka disinilah pentingnya karakter bagi calon pekerja yang baru lulus dari perguruan tinggi, antara lain:

  1. Optimalisasi mengikuti proses studi pendidikan karakter.

Selama studi di perguruan tinggi, Perguruan Tinggi melalui kurikulum akan mengajarkan mata kuliah yang terkait dengan pendidikan karakter, antara lain Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Pendidikan Anti Korupsi dan Kewirausahaan atau entrepeneurship, dan matakuliah berbasis kompetensi keahlian. Ikuti pembelajaran itu denggan tekun, karena tujuan pembelajaran itu diarahkan untuk membangun karakter bagi mahasiswa. Dari aktifitas ini mahasiswa akan berubah dari orang yang memiliki modal sosial menjadi orang yang memiliki modal intelektual. Penampilan intelektualitas seorang harus nampak manakala yang bersangkutan melamar pekerjaan, melalui serangkaian test yang dilakukan oleh pengguna.

  1. Membangun Percaya diri

Kesan pertama sangat penting saat Anda melamar kerja di sebuah perusahaan. Kemunculan pertama Anda di hadapan manajer harus menunjukkan sikap percaya diri yang kuat.Jika Anda terlihat ragu-ragu dan penuh rasa cemas, pengguna tidak akan tertarik untuk merekrut lulusan di kantornya. Kalau lulusan tidak percaya pada diri sendiri, apalagi orang lain. Kepercayaan diri calon pencari kerja bagi lulusan perguruan tinggi sangat penting. Kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial harus melekat dalam diri lulusan Perguruan tinggi. Melalui proses pembelajaran/kuliah, mahasiswa harus mampu dan berani tampil dalam forum diskusi kelas, maupun dalam forum pertemuan limiah lainya (seminar).

Selain itu Selama studi mahasiswa harus menyiapkan softskil bagi dirinya untuk membangun kepercayaan diri. Unsur softskill harus dimiliki, antara lain;  Inisiatif ;Etika/ integritas ; Berpikir kritis ; Kemauan belajar ; Komitmen ; Motivasi; Bersemangat; Dapat diandalkan. Kesemuanya itu dapat ditempuh oleh mahasiswa melalui Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), menjadi pengurus organisasi ekstrakurikuler kampus menjadi saran penting bagi lulusan untuk membangun kepercayaan diri. Mereka berlatih berorganisasi dan belajar unsur softskill tadi, maka pada akhirnya akan terbentuk kepercayaan diri yang kuat dan tangguh. Dengan Kepercayaan diri yang kuatmaka akan mampu beradaptasi dengan cepat. Kemampuan beradaptasi dengan cepat, merupakan salah satu alasan para atasan mencari karyawan seperti ini adalah sikapnya yang dapat membuat dia tanggap pada setiap tugas. Bahkan dia mampu menyelesaikan seluruh tugasnya tanpa diminta. Orang seperti ini cenderung efisien dan mandiri dalam bekerja.

  1. Berpikiran Konstruktif dan terbuka

Orang yang terbuka terhadap pandangan orang lain, bisa dipercaya dan mau mengorbankan diri sendiri sangat dibutuhkan para manajer di berbagai perusahaan. Sikap tersebut menuntunnya untuk senantiasa membantu orang lain dan memenuhi kebutuhan profesional di kantor. Dia mampu menyebarkan aura positif pada rekan-rekan kerjanya di kantor.

Berpikir konstruktif, maknanya bahwa setiap ucapan dan tindakan harus lahir dari proses membaca situasi, mengerti akan kondisi dan mengambil solusi atau langkah bertindak. Membaca situasi artinya seseorang harus memahami suatu keadaan, sehingga seseorang memahami akar permasalahanya. Mengerti akan kondisi dimaknai kemampuan seseorang dalam membaca kondisi diri sendiri atau lingkungan maupun kelompok, misalnya; kondidiekonomi keadaan baik atau lancar dan tersendatnya perjalanan ekonomi;
kondisi kesehatan perihal kebugaran dan kebaikan keadaan badan seseorang;
Kondisi sosial keadaan masyarakat suatu negara pada saat tertentu;Kondisi organisasi keadaan organisasi suatu negara atau entitas organisasi pada saat tertentu. Dengan kemampuan memahami kondisi, maka ia paham betul akan langkah yang akan diambilnya. Mengambil solusi atau langkah bertindak, artinya bahwa setiap mengambil keputusan harus diawali dari kemampuan membaca “Situasi” berikutnya adalah memahami “Kondisi”, maka dalam mengambil “Solusi” atau tindakan akan menghasilkan sebuah solusi yang Substantif dan konstruktif. Namun manakala setiap solusi atau tindakan diambil tanpa memahami salah satu atau keduanya (“situasi” atau “kondisi”) maka solusi yang diambil cenderung Sensasi, dan arahnya gambling.

 

Dari pemahaman tadi, maka karakter harus dimiliki dan melekat pada diri sesseorang, utamanya adalah calon pencari kerja dari unnsul lulusan perguruan tinggi. Marilah kita songsong bonus demografi 2045.

Edit Paksri.

 

 

 

 

 

 

Leave a Comment