Mengenal Dra.Ipung Sri Puwanti Hery,Mhum,PhD,Dosen STIE AUB Program MM

 

Senangnews.com

TIDAK saja dialami para Mahasiswa,para Dosen termasuk Dra.Ipung Sri Puwanti Hery,Mhum,PhD ,sebagai Dosen Magister Manajemen juga mendapat tugas tambahan sebagai Ka.UPT.Perpustakaan STIE AUB Surakarta ikut merasakan dampak pandemi Covid-19  yang hingga kini belum berakir di Indonesia.Kuliah jarak jauh harus dilakukan karena tuntutan akademik,mengenal dunia IT mau tidak mau harus bisa dilakukan,baik Mahasiswa juga Dosen.Perkulihan dengan cara Daring ,tentu ada plus dan minusnya dan Dra.Ipung demikian panggilan akrabnya dikampus menceritakan

Semenjak bulan Maret 2020 ketika Pemerintah Indoneia menetapan Keadaaan Luar Biasa dan meningkat menjadi PSBB diberbagai daerah dan kota,dampaknya tidak saja kepada dunia pendidikan akan tetapi berdampak langsung bagi peri kehidupan umat manusia,sosial budaya,ekonomi dimana berada menjadi krisis. .Sistem pembelajaranpun dilakukan melalui online atau daring bukan lagi bertatap muka,ungkap Dra.Ipung mengawali bincang diruang Humas STIE AUB Surakarta.,Kamis siang 3 Juli 2020.Akan tetapi karena sudah terbiasa menggunakan sistem Siakat[Sistim Informasi Akademik Terpadu] dikampus,maka persoalan menjadi ringan serta baik dan bagi Dra.Ipung serta para Dosen,mau tidak mau pembelajaan sistem daring harus mau serta menguasai dan ini manfaat yang didapat dari para Dosen dan Mahsasiswa dalam menggnakan serta menguasai  teknologi.

Dalam praktek dilapangan sistem pembelajaran Daring tentu ada plus minusnya ,bagi mahasiswa problem yang diasakan  persoalan masalah kouta internet dan sinyal yang ketika pembelajaran berlangsung ada yang sulit menerima sinyal didaerah tertentu karena kondisi geogravis alam.Dan

alhamdulilah,pihak STIE AUB memberikan subsidi 15 prosen dari SPP bagi setiap mahasiswa untuk pembelian kouta sehingga membuat tugas mahasiswa lancar dalam perkuliahan daring,tambahnya.

Mengajar Metodologi penelitian 2 kelas,kelas A 40 mahasiswa kelas B 25 mahasiswa dengan menggunakan phsikologi dan pijakan Ibu Ipung berpijak pada firman Allah yaitu,Allah tidak akan  memberikan cobaan atau ujian yang melebihi dari kemampuan umatnya  dan bagi yang tempat tinggalnya kesulitan mendapatkan sinyal dalam mendapatkan tugas diberi jedah waktu pelaporan.

Ibu Ipung juga merasa gembira,persoalan perkuliahan jarak jauh dikalangan mahasiswa STIE AUB Surakarta tidak ditemui kendala dan memang sebelumnya memang sudah memiliki group lewat WA sehingga kurang dari 2 hari,para mahasiswa sudah diberitahu ada pengumuman untuk di uploud mata kuliah .dalam bentuk file dan powor point.

Ada suka dan dukanya,menurut Ibu Ipung sukanya merasa bisa mengatasi tantangan sedang dukanya semakin banyak membutuhkan biaya sudah pasti berharap lembaga bisa memberikan isnfrastruktur melalui internet,dan Covid.19 ada kemalangan tapi juga ada kemujuran.Itulah Dra.Ipung.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *