Polres Sukoharjo,Bekuk Komplotan Pencuri Kayu Sonokeling

SOLORAYA :

POLRES Sukoharjo berhasil membongkar kasus pencurian Kayu Sonokeling yang terjadi di kawasan objek wisata Batu Seribu,ada lima pelaku yang berhasil dibekuk dan sejumlah pelaku lainnya masih jadi buron.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas dalam jumpa awak media mengatakan ,Lima orang berhasil ditangkap masing-masing ST, 30, warga Desa Bulu; PT, 26, warga Desa Bulu; SW, 45, warga Desa Bulu; AS, 44, warga Kartasura, dan HN, 42, warga Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sedangkan lima orang DPO masing-masing KD, TG, SM, HT, dan PM. Dimana kelimanya merupakan warga Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Sukoharjo, sedang tersangka lainnya masih buron.

Menurut Kapolres lebih lanjut, kasus pencurian Kayu Sonokeling denga cara ditebang terjadi sejak Februari lalu. Saat itu tersangka ST tengah nongkrong dengan pelaku lain. Lalu atas saran dari AS, ST dan pelaku lain berencana menebang kayu di hutan jenis sonokeling karena tergiur harga yang cukup mahal. Pelaku lantas mulai melakukan pembalakan liar dengan menggunakan peralatan gergaji manual. Pemotongan pohon dilakukan pelaku dengan gergaji manual agar tidak menimbulkan kecurigaan.Setelang ditebang, lanjut Kapolres, kayu dipotong-potong dan diangkut dengan mobil Innova AD 8433 TN. Potongan kayu sonokeling tersebut kemudian dijual pada HN, warga Colomadu. “Total selama Februari sampai dilaporkan kepada polisi 9 Maret lalu, ada 68 pohon sonokeling yang ditebang para tersangka,” ujar Kapolres.

Para tersangka sendiri memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang sebatas pelaku penebangan, menyuruh, dan juga sebagai pembeli atau penadah. Para tersengka tersebut dijerat dengan UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan dan atau Pasal 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun.Salah satu pelaku penebangan liar ST mengakui perbuatannya. Penebangan tersebut atas suruhan AS. Menurutnya, penebangan dilakukan secara bertahap menggunakan gergaji tangan yang kemudian dipotong-potong agar muat di mobil Innova. Hasil penjualan kayu kemudian dibagi pada semua pelaku. Total hasil pembalakan liar tersebut mencapai puluhan juta rupiah.[rel/i/desri]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *